• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (14/11/2017) - Menembus sisi gelap pengelolaan anggaran di pemerintah daerah, khususnya Pemerintahan Daerah (Pemda) Cianjur pada 2016, seperti berada di hutan belantara yang sepi dan jauh dari pemberitaan publik.

Bagaimana tidak? Zaman sudah secanggih ini, tapi pengelolaan dana BOS masih saja primitif, jauh dari kata efisiensi.

Misalnya saja dari pencarian data yang ditemukan Klikanggaran.com pada hutan belantara tersebut bukannya, harta karun yang didapat, melainkan jurang yang penuh dengan pemborosan anggaran hingga miliaran rupiah.

Bila disebutkan, nominal pemborosan dana BOS yang tidak efisiensi tersebut yakni sebesar Rp4.992.174.519, hanya untuk belanja honor guru pada SD dan SMP. Sehingga yang terjadi adalah, anggaran sebesar Rp 4 miliar tersebut tidak bisa dialokasikan untuk komponen belanja lainnya.

Hal ini memperlihatkan, seperti ada kerusakan pada cara kerja Pemda Cianjur, tepatnya pada badan pengelolaan dan BOS yang tidak optimal dalam pengendalian penggunaan dana BOS.

Publik menilai, mungkin saja dalam persoalan ini ada indikasi yang mengarah pada gelagat para oknum yang berada di Pemda Cianjur. Yaitu untuk berbuat culas terhadap dana BOS yang dikelolanya.

Setidaknya ini adalah langkah awal untuk menjadi sorotan publik atau aparat hokum, agar lebih tegas lagi dalam mengawal anggaran daerah maupun pusat. Karena berbagai macam masalah sering muncul dalam laporan keuangan yang diaudit lembaga negara. Mulai dari pemborosan, kerugian, bahkan penyimpangan anggaran, dan lain sebagainya.

 

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...