MA Diduga Mark Up Pekerjaan Ini 2 Miliar?

Jakarta, Klikanggaran.com (20/11/2017) - Kerugian negara di salah satu lembaga bernama Mahkamah Agung (MA) ini menjadi sorotan publik karena nilainya mencapai miliaran rupiah.

Dari laporan yang diperoleh Klikanggaran.com diketahui, pada tahun 2016 ditemukan kerugian senilai Rp 2 miliar atas kekurangan volume pekerjaan dan pemahalan proses pengadaan. Hal ini disebabkan karena ketidakcermatan pejabat terkait dalam mengawasi dan melakukan pengendalian pekerjaan.

Berbeda dengan analisa Klikanggaran.com, bahwa biasanya kerugian negara dengan sifatnya kekurangan volume dan pemahalan harga, ini dinilai ada indikasi mark up.

Kenapa demikian? Mari cek fakta di sini.

Sebelumnya, MA menyajikan anggaran belanja modal sebesar Rp1.112.172.561.000 dengan realisasi sebesar Rp995.181.985.495 atau 89,48 persen. Kemudian, MA telah melaksanakan pekerjaan fisik terkait pembangunan gedung kantor di beberapa satker.

Atas pelaksanaan pembangunan tersebut, menunjukkan adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp2.040.814.896, pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak Rp1.764.760.000, bukti pertanggungjawaban belanja belum memadai sebesar Rp106.810.000, dan denda keterlambatan yang belum dikenakan sebesar Rp272.224.191.

Dari uraian tersebut ditemukan adanya kelebihan pembayaran yang mengakibatkan adanya kekurangan volume pekerjaan dan kerugian negara. Sehingga kuat dugaan atas kerugian tersebut karena di mark up. Bahkan, bila perlu diselediki oleh aparat hukum baik lembaga independen semacam KPK.

Anggaran

More Articles