• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

 Jakarta, Klikanggaran.com (11-01-2018) - Tahun 2018 merupakan momen tersibuk Kota Bandung, Jawa Barat. Warga Kota Kembang ini akan menghadapi pemilihan walikota baru dan gubernur baru secara bersamaan.

Ada sebuah harapan besar di tahun 2018 ini, yaitu agar Pilkada bisa melahirkan pemimpin adil dan bersih yang bisa membawa kesejahteraan bagi warga Jawa Barat khususnya Kota Kembang.

Untuk mencapai harapan di atas, perlu keterlibatan penuh dari setiap elemen masyarakat, tidak cukup hanya sekedar  ikut mencoblos pas pemilihan.

Seperti yang disampaikan oleh Lembaga Center for Budget Analysis (CBA), praktik politik uang dalam Pilkada serentak masih rawan terjadi. Untuk mencegah hal tersebut, menurut CBA perlu diperhatikan pos-pos anggaran yang rawan disalahgunakan. Satu di antaranya adalah Dana Hibah dan Bansos.

Berdasarkan temuan CBA dalam rilisnya, Dana Hibah dan Bansos Kota Bandung dalam kurun waktu 2015, 2016, sampai 2017 mengalami lonjakan besar.

Di tahun 2015 total anggaran yang dihabiskan untuk Hibah mencapai Rp126.741.369.485, di tahun 2016 naik drastis menjadi Rp154.104.717.000. Adapun yang dihabiskan sebesar Rp151.250.782.000.

Terakhir di tahun 2017, anggaran hibah Kota Bandung kembali meroket, meningkat dua kali lipat lebih menjadi sebesar Rp375.815.368.315.

Publik tentunya berharap, semoga 2018 ini menjadi ajang pesta demokrasi yang bersih, bukan malah ajang pesta buang-buang duit, apalagi duit rakyat.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...