• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (11-10-2018) - Sebelumnya Center for Budget Analysis (CBA) menyampaikan temuannya terkait proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi CBA, menjelaskan kepada awak media bahwa proyek tersebut terindikasi kuat dimainkan oleh panita lelang alias ada kongkalikong dengan swasta.

Saat ditanyai wartawan Klikanggaran.com di Jakarta, Kamis (11/10/2018), tentang kelanjutan kasus temuannya di Kalimantan Selatan tersebut, Jajang menyampaikan, lembaganya masih terus memantau.

"Kita masih menunggu perkembangan, karena tuntutan kita adalah pembatalan lelang dan perusahaan yang diduga main didaftar hitamkan. Kalau soal pelaporan, informasi yang masuk ke kita, sudah ada pihak yang melaporkan ke Kejaksaan Tinggi Kalsel," katanya.

Masih menurut Jajang, lembaganya saat ini masih fokus dengan proyek-proyek di Kalsel.

"Temuan kita sebenarnya bukan hanya pembangunan Rumah Sakit Daerah Ulin Kota Banjarmasin. Masih ada proyek besar lainnya yang terindikasi dimainkan, tapi ini masih dalam pengembangan CBA," lanjutnya.

Ditanya soal proyek lain dimaksud, Jajang belum bersedia merinci lebih detail terkait proyek lainnya yang diduga bermasalah di Provinsi Kalimantan Selatan itu.

“Nanti sajalah kita buka, nunggu data-data lengkap, setelah itu kita sampaikan. Kalau perlu kita ikut melaporkan ke pihak berwenang,“ tutup Jajang mengakhiri keterangannya.

Sebelumnya, CBA menemukan indikasi permainan proyek dalam pembangunan RSUD Ulin Kota Banjarmasin. Proyek yang dimaksud CBA adalah pembangunan gedung SMF rawat inap kelas I yang berlokasi di Jl. A.Yani km 2 Kota Banjarmasin.

Modus yang dilakukan di antaranya dokumen yang disodorkan pihak pemenang proyek diduga palsu dan tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. Selanjutnya dugaan adanya post bidding (tindakan mengubah, menambah, mengganti, atau mengurangi dokumen pengadaan atau dokumen penawaran setelah batas akhir pemasukan penawaran). Serta dugaan sertifikat palsu.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...