• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (12-01-2018) - Pihak manajemen perusahaan Jiwasraya mengklaim bahwa mereka tidak menggunakan utang sebagai sumber pembiayaan kegiatan. Karena usaha selama ini pembiayaannya berasal dari dana sendiri.

Pernyataan manajemen Asuransi Jiwasraya ini ada benarnya juga. Karena pada tahun 2015 perusahaan asuransi plat merah ini tidak punya utang sama sekali. Baru pada tahun 2016, tiba-tiba Jiwasraya mempunyai utang dalam bentuk Utang Reasuransi sebesar Rp 31,46 miliar.

Berarti, Utang Reasuransi telah mengalami kenaikan sebesar 100 persen dari tahun sebelum. Tetapi, pada bulan September tahun 2017, Utang Reasuransi Asuransi Jiwasraya turun sebesar Rp 18,6 miliar, lalu menjadi sebesar Rp 12,84 miliar.

Selain Utang Reasuransi, Asuransi Jiwasraya juga punya Utang Pajak. Dimana Utang Pajak per 31 Desember 2016 sebesar Rp 9,34 miliar. Hal ini menandakan bahwa Utang Pajak Jiwasraya mengalami kenaikan sebesar Rp 4,21 miliar atau 82,11 persen dari tahun sebelumnya, yang hanya sebesar Rp 5,13 miliar.

Kondisi utang Asuransi Jiwasraya ini untuk publik membuktikan manajemen perusahaan tidak konsisten dengan penyataan mereka. Bahwa perusahaan tidak menggunakan utang sebagai sumber pembiayaian.

Untuk itu, lebih baik para Komisaris Asuransi Jiwasraya yang punya gaji dan fasilitas serba mewah, menyarankan kepada jajaran Direksi atau manajemen, agar jangan mengumbar pernyataan dalam "Annual Report", bahwa perusahaan tidak punya utang atau tidak menggunakan utang sebagai sumber pembiayaian.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...