• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (08-11-2018) - Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna disinyalir makan uang rakyat dengan cara melakukan pemberian tambahan penghasilan berdasarkan kondisi kerja kepada Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna. Yaitu berupa tunjangan koordinator kuasa pengguna anggaran (KKPA) yang dibayarkan tidak sesuai dengan ketentuan.

Belanja tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja berupa tunjangan KKPA yang dibayarkan selama TA 2017 tidak sesuai dengan ketentuan tersebut akhirnya dinilai publik berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah senilai Rp76.500.000.

Adapun anggaran tersebut merupakan pembayaran yang dilakukan selama tiga bulan sejak Januari s.d. Maret 2017. Padahal, berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 yang terakhir diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 dan Peraturan Bupati Natuna Nomor 53 Tahun 2014 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah, diketahui tidak dikenal adanya jabatan Koordinator Kuasa Pengguna Anggaran.

Dengan demikian, atas pemberian tunjangan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas, sehingga seharusnya tidak dapat dibayarkan.

Kondisi tersebut juga telah melanggar berbagai peraturan yang ada. Sehingga tidak hanya menimbulkan kerugian material, namun juga menimbulkan kerugian non materi. Pada akhirnya, publik menilai bahwa kinerja pejabat Kabupaten Natuna masih sangat buruk dan terdapat berbagai macam penyimpangan daerah yang terjadi.

Bila demikian yang terjadi, yang dirugikan sesungguhnya adalah rakyat dalam hal ini masyarakat Kabupaten Natuna sendiri.
"Uang yang mestinya bisa dipergunakan untuk keperluan dan kepentingan masyarakat, harus raib karena diambil oleh tikus-tikus kantor di jajaran pejabat Kabupaten Natuna," kata publik.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...