• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (02-11-2018) - Modus kejahatan korupsi perjalanan dinas di Pemerintahan pusat maupun daerah masih sering terjadi. Misalnya saja pada lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia atau yang dibiasa dikenal dengan ANRI, ditemukan pertanggungjawaban belanja perjalanan dinas tidak sesuai ketentuan alias menyimpang.

Dari dokumen yang diterima Klikanggaran.com diketahui, total kerugian negara dari dugaan kejahatan korupsi perjalanan dinas di ANRI mencapai Rp215.078.252.

Sebelumnya, ANRI merealisasikan perjalanan dinas untuk dalam negeri sebesar Rp24.478.035.610 dan ke luar negeri sebesar Rp2.599.458.829.

Namun, dari dokumen pertanggungjawaban, perjalanan dinas dalam negeri dan luar negeri masih terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp215.078.252 dengan rincian sebagai berikut:

Pertama, ternyata tidak semua persetujuan perjalanan luar negeri dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) diberikan sebelum keberangkatan.

Kedua, yang lebih parah, pembayaran uang harian perjalanan dinas luar negeri tidak memperhitungkan waktu perjalanan yang sebenarnya.

Ketiga, perbedaan antara data pada tiket pesawat terbang dengan manifest Garuda Indonesia.

Oleh karena itu, publik mendorong aparat hukum maupun Jejaksaan untuk menyelediki dugaan kejahatan korupsi perjalanan dinas di ANRI ini.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...