Bongkar Korupsi Meubelair Wisma Atlet di KemenPUPR!

Jakarta, Klikanggaran.com (21/11/2017) – “Hidup mahasiswa! Hidup rakyat! Bersatu bongkar korupsi!” seru Wahyuono, Koordinator Corong Rakyat (Corak), mengawali penuturannya terkait kisruh kebocoran anggaran di negara tercinta Indonesia ini.

“Sungguh miris rasanya, di saat rakyat dalam keadaan sulit, masih ada saja cecunguk-cecunguk yang mencari keuntungan dengan menggerogoti uang negara. Mereka yang serakah dan kemaruk seolah tidak lagi mempedulikan bagaimana nasib rakyat, yang penting keuntungan dapat diraup sebesar-besarnya,” sungut pria yang akrab dipanggil Ono ini di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Pada Klikanggaran.com Ono menyesalkan, bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat pun menjadi salah satu kementerian yang terindikasi melakujan pencurian uang negara. Dalam proyek Meubelair Rumah Susun Wisma Atlet Kemayoran, indikasi korupsi menurut Ono terlihat jelas dan terang benderang. Dimana lelang yang dilakukan terindikasi dikorupsi dengan adanya main mata antara penyelenggara lelang dengan pihak pemenang lelang.

Hal itu menurut keterangan Ono dapat dilihat dari perbedaan harga yang terdapat dalam per satuan unitnya. Pengadaan meublair Rumah Susun atau Wisma Atlet Kemayoran Blok D10-1 dengan anggaran per unit sebesar Rp33.271.775. Sementara pada Blok C2 per unit sebesar Rp32.960.213, pada Blok D10-3 per unit Rp32.944.827, dan pada Blok D10-2 per unit sebesar Rp32.694.808.

“Melihat adanya dugaan korupsi itu, kami dari Corak (Corong Rakyat) bersama dengan para mahasiswa menuntut hal-hal sebagai berikut,” kata Ono.

1. KPK agar segera membongkar korupsi di Kementrian PUPR

2. KPK agar menangkap pihak-pihak di Kementerian PUPR yang menyalahgunakan wewenang dengan mengatur pihak pemenang lelang.

3. Memanggil Menteri PUPR terkait kerugian negara yang ditimbulkan akibat permainan pengaturan pemenang lelang.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Anggaran

More Articles