• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (30-01-2018) - Pendapatan usaha PT. Nindya Karya di tahun 2016 adalah sebesar Rp 4,6 triliun, naik 28.92% dari pendapatan usaha tahun 2015 yang hanya sebesar Rp 3,61 triliun.

Kenaikan pendapatan usaha sebesar 28.92% ini, sampai dicetak dengan huruf tebal merah di dalam "Laporan Direksi" Indradjaja Manopol, yang tertuang pada bulan Juni 2017. Begitu bangga sang Direktur Utama, Indradjaja Manopol dengan kenaikan pendapatan PT. Nindya Karya tersebut.

Padahal, kenaikan pendapatan dari tahun 2015 ke 2016 hanya sebesar 28.92% atau hanya sebesar Rp 1 triliun, terbilang sangat kecil bila dibanding kenaikan pendapatan dari tahun 2014 ke tahun 2015.

Dimana kenaikan pendapatan usaha PT. Nindya Karya dari tahun 2014 ke 2015, sampai sebesar Rp 1,7 triliun. Hal ini berarti, mengindikasikan adanya dugaan kebocoran pendapatan usaha dari tahun 2015 ke tahun 2016 sebesar Rp 700 miliar.

Tentu saja, hilangnya atau bocornya pendapatan PT. Nindya Karya ini berdampak pada menurunnya pendapatan perusahaan, dan hal ini sangat merugikan perusahaan BUMN ini. Tetapi, kenapa sang Direktur Utama, Indradjaja Manopol, tidak tahu, ya? Atau, pura-pura tidak tahu? Ini, publik hanya bertanya.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...