• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (01-02-2018) - Ubtuk diketahui, PT. Perusahaan Pengelolaan Aset bergerak pada bidang Pengelolaan aset Eks BUMN, melakukan Restrukturisasi atau Revitalissi BUMN, dan pengelolaan aset BUMN dengan modal dasar sebesar Rp 5 triliun.

Pada tahun 2016, jumlah dana talangan yang diberikan PT. Perusahaan Pengelola Aset kepada 8 perusahaan total sebesar Rp 334,9 miliar. Dan, pada tahun 2015 dana talangan yang dipinjamkan sebesar Rp 199,2 miliar.

Berdasarkan dokumen yang diterima Klikanggaran.com, perusahaan-perusahaan yang dapat dana talangan adalah :

Pertama, PT. Kertas Kraft Aceh dengan pokok pinjaman sebesar Rp 135,8 miliar.

Kedua PT. Industri Sandang Nusantara sebesar Rp 69,1 miliar.

Ketiga adalah PT. Kertas Leces dengan pinjaman pokok dana talangan sebesar Rp 50 miliar.

Keempat PT. Iglas sebesar Rp 30,7 miliar.

Kelima PT. Istaka Karya sebesar Rp 26,8 miliar.

Keenam PT. Survai Udara penas sebesar Rp 22,5 miliar.

Keenam perusahaan yang dapat pinjaman pokok dana talangan dari PT. Perusahaan Pengelola Aset ini diduga adalah perusahaan yang bermasalah. Dengan keuangaan atau kondisinya menuju kebangkrutan.

Dan, di sini PT. Perusahaan Pengelola Aset adalah sebagai dokter yang sedang mengobati keenam perusahaan tersebut.

Kita tunggu saja, apakah obat yang diberikan oleh PT. Perusahaan Pengelola Aset kepada enam perusahaan ini benar-benar ampuh untuk menyembuhkan, atau malah membuat keenam perusahaan ini tambah sakit kondisi keuangaannya.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...