• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (21-02-2018) - Provinsi Sumatera Selatan sebenarnya memiliki potensi yang cukup besar terkait sumber pendapatan. Baik dari pajak, retribusi, kekayaan daerah yang ada di luang lingkup Sumsel, ditambah transfer dari pusat. Untuk memaksimalkan sumber pendapatan tersebut, tentunya bergantung dari kinerja Pemprov Sumsel yang dinahkodai Alex Noerdin.

Namun sayang, menjelang berakhirnya kepemimpinan Alex Noerdin, pendapatan Sumatera Selatan justru memburuk. Hal ini terlihat jelas dari potensi pendapatan Provinsi Sumsel di tahun 2016 yang ditaksir sebesar Rp 7 triliun, dalam pelaksanaan atau realisasi yang didapatkan melenceng jauh.

Untuk sumber pendapatan utama dari pajak, retribusi, serta kekayaan alam yang kemudian menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel misalnya. Dari data yang ada pada Klikanggaran.com, yang berrhasil dicapai hanya senilai Rp2.546.177.544.348. Padahal potensi PAD sumsel ditaksir sebesar Rp3.093.908.308.589.

Alex Noerdin dinilai gagal memaksimalkan pendapatan asli daerah yang berdampak pada hilangnya sumber pemasukan sebesar Rp 547 miliar. Sangat disayangkan, karena uang ratusan miliar tersebut tentunya dapat bermanfaat untuk berbagai macam program. Seperti pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur.

Sebagaimana diketahui, Alex Noerdin saat ini tengah disibukkan dengan kasus korupsi Dana Hibah Sumsel yang selalu menyeret-nyeret namanya. Ditambah  anaknya, Dodi Reza Alex Noerdin, yang juga ikut dalam kontestasi Pilgub Sumsel. Mungkin saja, kedua hal ini yang menjadikan Alex Noerdin tidak fokus bekerja. Mungkin....

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...