• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (31-09-2018) – Seperti diketahui, belakangan banyak beredar pemberitaan terkait LPG langka, yang di lapangan dimainkan oleh para pengecer di berbagai daerah untuk usaha laundry, pengairan sawah, dan rumah makan. Menanggapi maraknya pemberitaan mengenai ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram (kg) ini, PT Pertamina (Persero) kembali memastikan bahwa pasokan LPG, baik subsidi maupun non subsidi aman untuk 16 hari.

External Communicatin Manager Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan, berdasarkan data secara nasional, di akhir Agustus 2018, Pertamina telah menambahkan suplai LPG hingga rata-rata 4 persen di atas normal. Bahkan, untuk wilayah yang mengalami lonjakan tinggi, Pertamina melakukan penambahan alokasi LPG 3 kg hingga 15 persen.

“Bulan ini ada tren peningkatan permintaan di masyarakat. Konsumsi rumah tangga naik untuk kebutuhan menjelang dan sesudah perayaan Idul Adha,” ujar Arya.

Arya juga mengungkapkan, selain meningkatnya permintaan untuk rumah tangga, kelangkaan LPG 3 kg di beberapa wilayah juga dipicu oleh meluasnya penggunaan LPG subsidi ini pada sektor yang tidak sesuai dengan ketentuan. Menurutnya, saat ini semakin banyak penggunaan LPG 3 Kg oleh masyarakat mampu, termasuk usaha non mikro, bisnis laundry, dan pompa air untuk pertanian.

“Banyak konsumen LPG subsidi yang tidak tepat sasaran. Kami perlu mengingatkan kembali bahwa LPG 3 kg hanya untuk masyarakat miskin, usaha mikro, dan kapal nelayan kecil,” tegasnya.

Arya menyampaikan, untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina telah berupaya menambah suplai di luar alokasi normal dan menggelar operasi pasar dan pasar murah, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat. Bahkan untuk beberapa daerah, Pemda secara agresif menggelar sidak kepada usaha-usaha yang seharusnya tidak menggunakan LPG 3 kg dan mengalihkan penggunaannya ke Bright Gas 5.5 kg.

Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan LPG 3 kg di beberapa jaringan distribusi seperti di pangkalan resmi Pertamina dan SPBU. Pertamina mengimbau, apabila menemukan indikasi penimbunan LPG 3 kg, ataupun kelangkaan di wilayahnya, agar dapat melaporkan kepada Contact Pertamina di 1 500 000 atau lewat twitter Pertamina @pertamina.

“Agar kami dapat menindaklanjuti, mohon laporan disampaikan secara lengkap dan sedetail mungkin, terutama terkait lokasi yang mengalami kelangkaan sampai level kecamatan,” tutup Arya.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...
loading...